Konsinyasi

PENJUALAN KONSINYASI   

Prosedur Umum dalam Akuntansi Penjualan Konsinyasi

Ada dua pihak yang terlibat di dalam kerja sama penjualan konsinyasi, yaitu pengamanat dan komisioner. Bagi pengamanat, kerja sama konsinyasi menguntungkan antara lain karena bertambah luasnya cakupan layanan penjualan dan bisa melakukan pengendalian harga. Sedangkan bagi komisioner, kerja sama konsinyasi menguntungkan antara lain karena adanya pengurangan risiko pemilikan persediaan dan pengurangan kebutuhan modal kerja.
Berpindahnya persediaan dari pengamanat kepada komisioner bukan merupakan transaksi penjualan dan karenanya pengamanat masih belum layak mengakui pengiriman tersebut sebagai penjualan. Demikian pula pada komisioner masih belum layak untuk mengakui penerimaan kiriman persediaan dari pengamanat sebagai pembelian.
Oleh karena pengamanat bisa melakukan penjualan dengan cara konsinyasi maupun penjualan dengan cara lain, dimungkinkan pengamanat memisahkan catatan penjualan konsinyasi dengan penjualan lainnya dan dimungkinkan pula tidak memisahkan catatan penjualan konsinyasi dengan penjualan lainnya. Demikian pula pada komisioner, bisa melakukan pengadaan persediaan dengan cara pembelian konsinyasi dan bisa pula melakukan pembelian langsung dari pihak lainnya, sehingga dimungkinkan memisahkan catatan pembelian konsinyasi dengan pembelian lainnya dan dimungkinkan pula tidak memisahkan catatan pembelian konsinyasi dengan pembelian lainnya. Apabila komisioner memisahkan catatan pembelian konsinyasi dari pembelian lainnya, tidak akan melakukan jurnal atas penerimaan kiriman dari pengamanat dan akan mengakui pembelian pada saat penjualan direalisasikan.

 Masalah-masalah Lain Penjualan Konsinyasi
Perkiraan uang muka pada buku pengamanat dan komisioner dapat dikompensasi sebesar barang yang terjual ditambah retur barang konsinyasi, pada saat laporan penjualan barang konsinyasi dibuat dan dikirimkan oleh komisioner.
Pencatatan beban yang dibebankan atas retur barang, pada buku pengamanat dengan mendebit perkiraan beban yang bersangkutan dan mengkredit perkiraan konsinyasi keluar. Pada buku komisioner tidak perlu dilakukan jurnal atas retur barang konsinyasi.
Pada akhir tahun harus dilakukan perhitungan beban-beban yang melekat pada persediaan konsinyasi yang masih belum laku dijual oleh komisioner. Beban-beban persediaan konsinyasi yang masih belum laku dijual oleh komisioner terdiri dari harga pokok persediaan yang dikirimkan ditambah dengan beban-beban yang bersifat inventoriable, misalnya beban angkutan sebesar proporsional dengan jumlah unit yang tersisa. Untuk keperluan tersebut akan dilakukan perhitungan alokasi beban atas persediaan yang masih belum laku dijual oleh komisioner.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s